
Pertanyaannya adalah, apakah itu hanya sekadar perasaan atau justru kepribadian kita bisa berubah seiring bertambahnya usia? Banyak orang menganggap bahwa karakter merupakan sesuatu yang 'kekal', terbentuk sejak kecil, dan sulit untuk diubah.
Namun, beberapa penelitian psikologis justru mengungkap fakta yang mengejutkan. Sifat kepribadian manusia ternyata lebih fleksibel dari yang kita duga. Berikut buktinya!
Sifat Bukanlah Batu, Tapi Tanaman yang Berkembang
Berdasarkan laporan Psychology Today, penelitian mengungkapkan bahwa kepribadian kita terus berkembang seiring berjalannya waktu. Semakin tua usia seseorang, semakin banyak orang yang menjadi lebih ramah, bertanggung jawab, dan lebih stabil secara emosional.
Para ilmuwan mengacu pada proses ini sebagaipersonality maturation. Artinya, manusia terus mengalami perubahan. Kita dapat menjadi versi yang lebih matang, bahkan tanpa kita sadari.
Perubahan yang paling mencolok biasanya terjadi antara usia 20 hingga 50 tahun. Pada tahap ini, seseorang cenderung lebih teratur, lebih memperhatikan orang lain, dan lebih stabil secara emosional dibandingkan masa remaja.
Hal ini dapat dipahami, mengingat pada usia tersebut seseorang menghadapi tanggung jawab yang besar seperti pendidikan tinggi, karier, pernikahan, hingga merawat keluarga. Kondisi-kondisi ini mendorong kita untuk beradaptasi, yang akhirnya membentuk karakter yang baru.
Pada Usia 60-an, Karakter Dapat Berubah Arahan
Menariknya, berdasarkan laporan The Atlantic, perubahan tidak hanya terjadi pada usia produktif. Ketika memasuki usia 60 tahun ke atas, banyak orang mengalami 'gelombang kedua' perubahan kepribadian.
Mereka cenderung kehilangan sikap terbuka terhadap hal-hal baru, menjadi lebih tidak aktif dalam interaksi sosial, serta tingkat kecemasan bisa kembali meningkat.
Kondisi kesehatan, pensiun, serta kehilangan anggota keluarga dekat menjadi penyebab utama perubahan ini.
Semakin Tua Semakin Pintar Makin Tua Makin Cerdas Usia Bertambah, Kecerdasan Juga Naik Semakin Lanjut Usia, Semakin Bijaksana Tua Tapi Tetap Pintar Usia Membawa Kebijaksanaan Ketua Usia, Kecerdasan Menyertai Usia Yang Bertambah, Pengetahuan Yang Meningkat Semakin Tua, Semakin Bijak Usia Membuat Seseorang Lebih Pintar
Meskipun demikian, bertambahnya usia bukanlah sesuatu yang buruk. Justru, berbagai penelitian menunjukkan bahwa orang dewasa dan lansia lebih mampu mengendalikan emosi negatif, lebih cerdas dalam membuat keputusan, serta lebih penuh perhatian terhadap orang lain. Dengan kata lain, semakin tua seseorang, semakin ia memahami cara menikmati kehidupan.
The Atlantic bahkan menyebutkan bahwa seseorang yang menua dengan baik dapat menemukan kebahagiaan yang lebih stabil karena telah terbiasa melewati berbagai tantangan dalam hidup.
Kenapa Kepribadian Bisa Berubah?
Ada beberapa alasan utama mengapa kepribadian tidak pernah sepenuhnya tetap. Kehidupan dewasa mewajibkan kita untuk disiplin, berkomitmen, dan memiliki empati. Itulah sebabnya banyak orang yang awalnya ceroboh atau egois, secara perlahan menjadi lebih bijaksana karena tanggung jawab sosial dan pekerjaan.
Perkawinan, kegagalan, keberhasilan, kehilangan, hingga pengalaman traumatis dapat memengaruhi pandangan seseorang terhadap kehidupan. Pengalaman hidup secara alami mengubah berbagai aspek dari kepribadiannya.
Kemudian faktor penurunan kesehatan, pengurangan lingkaran pertemanan, serta perubahan kebiasaan setelah memasuki masa pensiun. Kondisi fisik dan sosial pada usia lanjut dapat menyebabkan seseorang perlu menyesuaikan diri.
Apakah Seluruh Orang Mengalami Pengalaman yang Sama?
Tidak. Ada orang yang mengalami perubahan signifikan, ada juga yang tetap stabil.
Faktor keturunan, kondisi lingkungan, serta lainnyamindsetjuga memengaruhi apakah kita akan mengalami perubahan besar atau tetap setia pada 'diri lama' kita.
Memahami bahwa kepribadian dapat berubah akan membuka banyak kesempatan yang besar. Perkembangan diri lebih mungkin terjadi. Kamu mampu melatih sifat-sifat yang ingin ditingkatkan, seperti ketenangan atau disiplin.
Hubungan akan menjadi lebih fleksibel. Kamu mampu memahami bahwa pasangan, teman, atau orang tua juga mengalami perubahan, sehingga lebih mudah menerima mereka.
Selain itu, karier menjadi lebih fleksibel. Perubahan sifat dapat membuatmu lebih sesuai dengan posisi tertentu seiring berjalannya waktu.
Sifat seseorang bukanlah sesuatu yang kaku atau tetap. Ia lebih seperti pohon yang berkembang, tumbuh, dan beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya.
Pada usia 20 hingga 50 tahun, banyak orang menjadi lebih matang dan stabil. Di usia 60 tahun ke atas, perubahan kembali bisa terjadi, bersama dengan tantangan yang baru muncul.
Meskipun berbeda untuk setiap orang, arah umumnya menunjukkan bahwa kita dapat menjadi lebih cerdas dan penuh empati.
Maka, jika kamu merasa berbeda dibanding dirimu yang dulu, jangan cemas. Hal ini tidak berarti kamu kehilangan identitasmu, melainkan justru sedang berkembang menuju versi yang lebih dewasa.
KOMENTAR