Mencatat keuangan itu penting banget lho, biar kita bisa tahu ke mana aja uang kita pergi, dan bisa lebih hemat buat masa depan.
Pernah merasa uang cepet banget habis padahal baru gajian? Atau bingung uangnya lari ke mana aja? Jangan-jangan, selama ini kita cuma tahu uang masuk dan keluar, tapi enggak pernah tahu detailnya. Nah, padahal, mencatat keuangan itu penting banget lho, biar kita bisa tahu ke mana aja uang kita pergi, dan bisa lebih hemat buat masa depan. Jangan khawatir, ini enggak ribet kok! Malah gampang banget, bahkan enggak perlu aplikasi canggih.
Kenapa Sih Harus Mencatat Keuangan?
Banyak yang mikir, "Ah, ngapain sih nyatat-nyatat, buang waktu aja." Eits, jangan salah! Dengan mencatat keuangan, kita jadi bisa:
Tahu ke mana uang kita pergi: Jadi enggak bingung lagi uangnya habis buat apa.
Lebih hemat: Kalau tahu pengeluaran paling banyak di mana, kita bisa mulai mengerem di situ.
Bisa nabung buat masa depan: Dengan tahu sisa uang kita, nabung jadi lebih terencana.
Terhindar dari utang menumpuk: Kita jadi lebih sadar dengan kemampuan kita sendiri.
Cara Mencatat Keuangan yang Gampang Banget
Nah, sekarang kita masuk ke bagian intinya. Ada banyak cara sederhana buat mencatat keuangan. Pilih aja yang paling nyaman buat kamu:
1. Buku Catatan Biasa (dan Pulpen!)
Ini cara paling klasik dan paling gampang. Cukup sediakan satu buku kecil dan pulpen. Setiap kali ada uang masuk atau keluar, langsung aja tulis.
Contoh:
15 Juli: Gaji + Rp 3.000.000
15 Juli: Beli beras - Rp 50.000
16 Juli: Ongkos angkot - Rp 5.000
16 Juli: Beli gorengan - Rp 10.000
2. Kalender Dinding atau Meja
Punya kalender di rumah? Bisa juga lho dipakai buat nyatat! Tulis aja pengeluaranmu di tanggal yang sesuai. Ini cocok kalau kamu cuma mau tahu pengeluaran besar harian.
Contoh: Di tanggal 17 Juli, tulis "Belanja bulanan Rp 250.000".
3. Kertas dan Amplop
Ini cara yang unik tapi cukup efektif. Siapkan beberapa amplop dan labeli sesuai kebutuhanmu, misalnya "Belanja Harian", "Transportasi", "Makan di Luar", "Nabung". Setiap kali dapat uang, masukkan sebagian ke amplop yang sudah ditentukan. Saat mau bayar sesuatu, ambil uang dari amplop yang sesuai.
Contoh: Kamu punya amplop "Makan di Luar" berisi Rp 100.000. Kalau sudah habis, berarti jatah makan di luar sudah habis untuk minggu itu.
4. Buat Kotak-Kotak Sederhana di Kertas (Tabel Manual)
Kalau kamu suka yang sedikit lebih rapi, bisa buat kotak-kotak sederhana di kertas. Bagi jadi kolom "Tanggal", "Keterangan (Apa yang dibeli/dapat uang)", "Pemasukan", "Pengeluaran", dan "Sisa Uang".
Tanggal | Keterangan | Pemasukan | Pengeluaran | Sisa Uang |
15 Juli | Gaji | Rp 3.000.000 | Rp 3.000.000 | |
15 Juli | Beli beras | Rp 50.000 | Rp 2.950.000 | |
16 Juli | Ongkos angkot | Rp 5.000 | Rp 2.945.000 | |
16 Juli | Beli gorengan | Rp 10.000 | Rp 2.935.000 |
Kuncinya: Konsisten!
Apapun cara yang kamu pilih, kunci utamanya adalah konsisten. Jangan cuma semangat di awal aja, tapi terus-terusan sampai jadi kebiasaan. Enggak perlu ribet atau takut salah, mulai aja dulu dari yang paling gampang. Nanti lama-lama pasti terbiasa dan kamu akan merasakan manfaatnya.
Mencatat keuangan itu bukan cuma buat orang kaya atau yang punya banyak uang kok. Justru, buat kita yang keuangannya pas-pasan, ini jadi alat bantu yang ampuh banget biar enggak boncos terus. Yuk, mulai sekarang dicoba! Pasti hidup jadi lebih tenang dan terencana.
KOMENTAR