
ALPUKATdikenal sebagai buah yang kaya akan manfaat, sehingga sering disebut sebagai superfood. Kandungan lemak baik, serat, vitamin, dan mineralnya menjadikannya populer dalam gaya hidup sehat. Namun, di balik reputasinya, ternyata ada banyak hal menarik tentang alpukat yang jarang diketahui orang.
Dirangkum dari Mayo Clinic, Taste of Home, dan The Avolution, berikut sejumlah fakta menarik alpukat:
1. Alpukat Merupakan Buah, Bukan Sayuran
Banyak orang masih menganggap alpukat sebagai sayuran. Padahal, alpukat sebenarnya merupakan buah yang termasuk dalam kategori buah klimakterik. Artinya, buah ini matang saat masih di pohon, namun baru siap dimakan setelah dipetik. Proses pematangan ini membuat tekstur dan rasanya semakin lembut serta kaya akan rasa. Oleh karena itu, alpukat sangat cocok digunakan dalam berbagai jenis masakan, baik sebagai hidangan manis maupun gurih.
2. Alpukat sebagai Alternatif Olesan yang Lebih Baik untuk Kesehatan
Hanya sekitar 50 kalori per porsi (setara dengan 3 iris tipis atau 2 sendok makan alpukat yang dihaluskan), alpukat jauh lebih rendah kalori dibandingkan mentega, mayones, krim asam, selai kacang, selai almond, bahkan minyak zaitun dan minyak kelapa. Selain itu, alpukat menyediakan lebih dari 20 jenis vitamin dan mineral yang membantu memenuhi kebutuhan gizi harian. Tidak heran, menggantikan bahan olesan dengan alpukat bisa menjadi pilihan bijak untuk pola makan yang lebih sehat.
3. Kandungan potassium dalam alpukat lebih unggul daripada pisang
Banyak orang menganggap buah pisang sebagai sumber kandungan kalium yang utama. Namun, alpukat memiliki kandungan kalium hampir dua kali lebih tinggi. Satu buah alpukat bisa menyimpan sekitar 975 miligram kalium, sedangkan pisang rata-rata hanya menyumbangkan 487 miligram. Memasukkan alpukat ke dalam smoothie atau menu harian bisa menjadi cara sederhana untuk memenuhi kebutuhan kalium tubuh.
4. Pengganti Mentega untuk Resep Kue
Alpukat sering digunakan oleh para pembuat kue vegan sebagai pengganti mentega karena mampu memberikan tekstur yang lembut pada cupcake, roti, atau kue panggang lainnya. Resep ini dapat diuji dengan menggunakan alpukat sebagai alternatif mentega dalam resep rumahan untuk mendapatkan hasil yang lebih sehat tanpa mengorbankan rasa.
5. Mayoritas alpukat berasal dari Meksiko
Meskipun alpukat juga dibudidayakan di California dan Florida, sebagian besar alpukat yang beredar di pasar berasal dari bagian tengah Meksiko. Iklim tropis yang konsisten sepanjang tahun menjadikan negara ini sebagai produsen alpukat terbesar di dunia. Bahkan, diperkirakan alpukat pertama kali muncul di Puebla, Meksiko, sejak 10.000 tahun sebelum Masehi.
6. Minat Para Penjelajah Spanyol
Saat para penjelajah Spanyol tiba di Meksiko pada abad ke-16, alpukat menjadi salah satu makanan pokok mereka. Dari sana, alpukat kemudian menyebar ke wilayah Amerika Selatan dan Amerika Tengah karena pengaruh penjajahan Spanyol. Sayangnya, pada masa itu mereka belum mengenal hidangan modern seperti avocado toast.
7. Nama Asli Tidak "Avocado"
Nama avokado yang dikenal saat ini pertama kali muncul pada tahun 1696 ketika seorang Irlandia bernama Sir Hans Sloane mencatatnya dalam katalog tanaman Jamaika. Ia juga memberi nama khusus pada pohon avokado yaitu "alligator pear tree" karena bentuk dan teksturnya dianggap mirip dengan buah pir berkulit kasar.
8. Riwayat Panjang Avokado yang Menarik
Alpukat sudah dikenal selama ribuan tahun dengan bukti pertanian sejak 5000 SM di kawasan Amerika Tengah dan Selatan. Suku Aztec dan Maya tidak hanya menggunakannya sebagai sumber makanan bernutrisi, tetapi juga sebagai simbol kesuburan yang suci. Bahkan, buah ini sering digunakan sebagai persembahan dalam ritual keagamaan. Dari masa lalu hingga saat ini, alpukat tetap bertahan dan kini menjadi buah favorit di berbagai belahan dunia.
9. Alpukat Bisa Digunakan sebagai Tabir Surya Alami
Selain lezat untuk dikonsumsi, alpukat juga memiliki manfaat bagikesehatan kulit. Minyaknya mengandung zat antioksidan dan vitamin yang berfungsi melindungi kulit dari paparan sinar matahari. Kandungan lemak sehatnya juga membantu menjaga kelembapan kulit, sehingga tetap kencang dan bersinar. Meskipun tidak bisa sepenuhnya menggantikan tabir surya, alpukat memberikan perlindungan alami tambahan untuk kulit.
KOMENTAR