Infeksi Cacing: Gejala, Penyebaran, dan Dampaknya

Seorang anak kecil di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, meninggal akibat infeksi cacing pita atau Ascaris.lumbricoides. Kepala Badan Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan Aji Muhawarman menyampaikan,cacingan masih menjadi isu kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah tropis seperti Indonesia.

Apa Itu Ascariasis?

Dikutip dari laman Cleveland Clinic, ascaridiasis adalah infeksi saluran pencernaan yang disebabkan oleh cacing kremi Ascaris lumbricoides (A. lumbricoides). Seperti parasitselain itu, cacing ini memanfaatkan tubuh manusia sebagai inang agar bisa berkembang hingga dewasa dan menghasilkan telur. Semakin banyak cacing berkembang biak, semakin parah kerusakan yang terjadi pada inangnya.

A. lumbricoides tergolong dalam kelompok soil-transmitted helminth (STH). Cacing yang hidup diusus akan mengeluarkan telur melalui fesesJika penderita buang air besar di tanah, telur akan berkembang menjadi bentuk yang dapat menular dalam beberapa minggu. Infeksi bisa terjadi kembali jika seseorang secara tidak sengaja menelan telur tersebut melalui tanah, makanan, atau air yang tercemar. Telur ini berukuran sangat kecil sehingga tidak terlihat oleh mata telanjang.

Dinukil laman Healthline, infeksi akibat cacing ini sangat sering terjadi. Ascariasis merupakan jenis infeksi cacing pita yang paling umum ditemukan. BerdasarkanWorld Health Organization(PBB), sekitar 10 persen penduduk di negara berkembang terkena infeksi cacing usus.

Kasus demam berdarah ini umumnya terjadi di daerah dengansanitasijelek, seperti wilayah yang tidak memiliki akses ke toilet yang memadai karena di tempat semacam itu, penduduk lebih rentan terpapar tanah, makanan, atau air yang terkontaminasi. Mayoritas penderita adalah anak-anak di daerah tropis dan subtropis yang memiliki sanitasi yang buruk. Meskipun sering kali tidak menunjukkan gejala, infeksi berat bisa menyebabkan masalah pada paru-paru atau usus.

Sebagian besar kejadian ascariasis diakibatkan oleh cacing gelang manusia.A. lumbricoides, tetapi cacing pita babiAscaris suum (A. suum)juga dapat menular kepada manusia. Risiko penularan lebih tinggi pada individu yang memelihara babi atau menggunakan kotoran babi sebagai bahan pupuk.

Infeksi ini juga dapat terjadi ketika seseorang menelan telur cacing pita manusia.A. lumbricoides. Tubuh manusia merupakan lingkungan yang cocok bagi cacing untuk berkembang, berkembang biak, dan menghasilkan telur. Jenis-jenis ini hanya mampu menyelesaikan siklus hidupnya di dalam tubuh manusia.

Gejala

Seseorang yang terinfeksi mungkin tidak mengalami gejala jika jumlah cacingnya sedikit. Namun, beberapa orang mungkin mengalami nyeri perut yang muncul dan menghilang secara berkala. Tanda awal biasanya terlihat ketika cacing hidup dikeluarkan melalui muntahan atau feses. Bentuknya mirip cacing tanah dengan panjang antara 15 hingga 33 sentimeter dan tebal seperti pensil.

Gejala yang muncul berbeda-beda tergantung pada posisi cacing dalam tubuh serta kondisi kekebalan tubuh seseorang.

  1. Infeksi di paru-paruDilansir dari laman Mayo Clinic, telur cacing pita yang tertelan akan menetas di usus kecil, kemudian larva berpindah ke paru-paru melalui aliran darah atau sistem limfatik. Pada tahap awal ini, gejalanya mirip dengan pneumonia, antara lain: sesak napas, batuk, demam, mengi, hingga ruam kulit meski gejala ini jarang muncul. Setelah 10 hingga 14 hari di paru-paru, larva bergerak ke tenggorokan, dikeluarkan melalui batuk, lalu tertelan kembali. Sementara itu, gejala pada tahap ini sulit dideteksi karena mirip dengan penyakit lain.
  2. Infeksi di ususDi usus kecil, larva berkembang menjadi cacing dewasa. Sebagian besar tinggal di usus hingga akhirnya mati. Pada tahap ini, gejalanya dapat bervariasi dari ringan hingga parah, tergantung pada jumlah telur yang dikonsumsi dan lokasi cacing dewasa. Gejala yang muncul meliputi: nyeri perut hebat, perut kembung, mual dan muntah, diare sesekali, hilangnya selera makan, penurunan berat badan tanpa alasan jelas, gelisah, hingga kesulitan tidur. Jika jumlah cacing sangat banyak, gejalanya bisa semakin parah hingga cacing terlihat dalam muntahan atau feses.

Penularan Ascariasis

Ascariasis menyebar melalui kontak tangan ke mulut ketika seseorang mengonsumsi telur cacing yang sudah matang. Di daerah yang tidak memiliki sanitasi yang memadai, penderita mungkin buang air besar di tanah. Di beberapa wilayah, kotoran manusia bahkan digunakan sebagai pupuk. Telur cacing yang terdapat dalam kotoran dapat mencemari tanah, jalan, atau halaman rumah tanpa disadari.

Seseorang bisa tertular bila:

  • Mengenai tanah yang tercemar kemudian menyentuh mulut.
  • Mengonsumsi buah atau sayuran yang tumbuh di tanah yang terkontaminasi tanpa dilakukan pembersihan, pengupasan, atau proses memasak.
  • Mengonsumsi air yang mengandung telur cacing.

Resiko infeksi ascariasis lebih besar di daerah beriklim tropis dan subtropis yang hangat serta lembab, seperti Asia, Afrika bagian selatan, dan Amerika, yang merupakan lingkungan yang cocok untuk bertahan hidup telur cacing. Anak-anak di bawah delapan tahun lebih rentan karena sering bermain di tanah dan menyentuh mulut tanpa mencuci tangan terlebih dahulu.

Siklus Hidup A. lumbricoides

Telur yang tertelan masuk ke dalam usus, kemudian menetas menjadi bentuk larva. Dari tempat tersebut, larva berpindah melalui aliran darah atau sistem limfa hingga sampai ke paru-paru dan tinggal selama sekitar dua minggu.

Setelah itu, larva masuk ke tenggorokan dan kembali ditelan ke usus halus untuk berkembang menjadi cacing dewasa, berpasangan, dan menghasilkan telur. Cacing betina dapat mencapai panjang 35–40 sentimeter dengan lebar sekitar 6 milimeter, sedangkan cacing jantan lebih kecil. Selain itu, cacing betina mampu menghasilkan hingga 200 ribu telur setiap hari jika berpasangan dengan cacing jantan di dalam usus halus. Selanjutnya, telur-telur tersebut dikeluarkan bersama feses.

Seluruh siklus kehidupan berlangsung selama dua hingga tiga bulan. Cacing pita bahkan mampu bertahan di dalam tubuh selama satu hingga dua tahun. Setelah keluar dari tubuh, telur memerlukan beberapa minggu untuk menjadi menular dan dapat bertahan hingga 17 bulan. Jika seseorang lain menelannya, siklus akan kembali berulang.

Komplikasi Ascariasis dan Pencegahannya

Infeksi yang parah dan tidak segera ditangani dapat menyebabkan komplikasi berat, terutama pada anak-anak, meskipun jarang mengakibatkan kematian. Beberapa contoh komplikasi meliputi:

  • Sembelit atau gangguan pada saluran pencernaan yang disebabkan oleh jumlah cacing berlebihan dapat memicu nyeri perut parah dan muntah. Sumbatan juga berisiko menyebabkan luka pada usus atau usus buntu, yang akhirnya bisa mengakibatkan pendarahan internal atau radang usus buntu. Kondisi ini memerlukan penanganan segera.
  • Penyumbatan saluran tubuh akibat cacing terkadang menghalangi saluran sempit hati atau pankreas, menyebabkan nyeri yang parah.
  • Peradangan yang berat, seperti pancreatitis (radang pankreas), cholecystitis (radang kandung empedu), atau cholangitis (radang saluran empedu).
  • Kekurangan gizi akibat tubuh tidak mampu menyerap nutrisi dengan baik. Pada anak, infeksi yang berkepanjangan dapat menghambat perkembangan fisik mereka.

Terdapat beberapa langkah pencegahan terhadap ascariasis, yaitu sebagai berikut.

  • Hindari menyentuh permukaan yang mungkin tercemar tanpa menggunakan alat pelindung.
  • Cuci tangan menggunakan sabun sebelum mempersiapkan atau mengonsumsi makanan serta setelah menggunakan kamar mandi.
  • Ajarkan anak untuk selalu membersihkan tangan dengan rutin.
  • Hanya mengonsumsi makanan di lokasi yang terjamin kebersihannya.
  • Cuci, kupas, atau masak sayuran dan buah, khususnya yang ditanam menggunakan pupuk kotoran.
  • Hindari buang air sembarangan.
  • Pantau anak-anak dengan tidak memperbolehkan mereka duduk langsung di lantai atau bermain tanah tanpa pengawasan.

KOMENTAR

spot 1 spot 2 spot 3

Share

Nama

Acara dan Festival,3,agama,18,aktivitas luar ruangan,1,aktor dan aktris,1,anak -anak dan keluarga,1,anak muda,1,anak-anak,1,Aquarius,1,Aries,3,arsitektur,4,Artis Visual,1,Asia,4,Astrolog,12,bepergian,3,berinvestasi,1,berita,48,Berita Keuangan,4,Berita lokal,6,Berkebun,2,biologi,1,Bioteknologi dan Biomedis,2,bisnis,22,budaya,18,Budaya Makanan,2,burger,1,dekorasi rumah,6,desain,3,Desain Arsitektur,3,Desain Dapur,1,Desain Interior,10,Desain Pencahayaan,1,Desain rumah,11,Desain Taman,1,DIY,2,DNA,1,drama,1,Ekonomi,212,Fashion & Gaya,2,fashion dan gaya,2,gaya hidup,6,Gemini,2,genetika dan keturunan,1,Gosip selebriti,2,Hiburan,14,Horoskop,24,hubungan,2,hubungan romantis,1,hujan,1,Hukum,5,Ide Dekorasi Rumah,5,iklan posting 1,4,Ilmu Makanan,1,iman dan agama,6,In N Out Burger,1,Indonesia,3,Industri hiburan,1,Industri musik,2,inflasi,1,insiden,1,Investasi Ekonomi,1,investasi pasif,1,investor,1,Islam,2,jasa keuangan,1,K Pop,1,kamar tidur,1,karakter dan kepribadian,1,karya seni,1,keadaan darurat,1,keamanan,1,Kebijakan Ekonomi,1,Kebijakan Publik,1,kecantikan,1,Kedokteran dan perawatan kesehatan,1,Kegiatan rekreasi dan rekreasi,1,kejahatan,2,kekayaan,8,Keluarga,15,kencan dan hubungan,1,kerohanian,12,Kesehatan,18,kesehatan dan olahraga,2,kesehatan masyarakat,3,kesehatan mental,1,Keuangan Pribadi,1,klub sepak bola,3,Kondisi dan penyakit medis,2,kontroversi,1,Korea,2,korupsi,1,kucing,1,Kultur,4,Laporan Polisi,1,latihan,1,lingkungan,1,Loker,3,lukisan,1,makan,1,makanan dan minuman,2,manfaat kesehatan,2,manufaktur,1,masa depan cryptocurrency,1,masakan,1,masyarakat,2,media berita,5,Media siaran,1,memasak,1,menginvestasikan berita bisnis,2,musik,1,Musik dan lirik,1,musik pop,1,musisi,1,Nasihat Kesehatan,1,nutrisi,2,Olahraga,9,operasi,1,orang Kristen,1,panas,1,Pasar Keuangan,2,pekerjaan dan karier,2,pelatihan,1,pemerintah,5,pendapatan pasif,1,pendidikan,2,penemuan,1,pengajaran,1,Pengetahuan,2,pengujian genetik,2,pentas seni,1,penyakit,2,penyiaran,1,Perancang busana,1,peraturan,1,perawatan kesehatan dan kedokteran,1,perbintangan,24,perdagangan,2,Peristiwa,208,Perjalanan,2,Perjalanan Petualangan,1,Petualangan,1,Pilihan,13,politik,13,Politik dan Hukum,4,politik dan pemerintahan,3,produk kecantikan dan kosmetik,1,Prospek,1,psikologi,2,Psikologi Kehidupan Sehari -hari,3,puasa,2,renovasi rumah,1,riset ilmiah,1,sains,2,Sejarah,2,Selebriti,2,Selebriti dan musik,2,seni,2,Seni Visual,1,sepak bola,7,sepeda motor,1,skandal,1,skema warna,3,Smartphone,1,tanaman,1,tanaman abadi,1,tanaman rumah,1,teater,1,teknologi,2,Teknologi Seluler,1,Telekomunikasi,1,Tiktok,1,tipe kepribadian,1,Tips Kecantikan,2,tips kehidupan sehari -hari dan peretasan,1,Tips Kesehatan,2,Tokoh,1,tradisi,1,tren teknologi,1,tujuan perjalanan,2,uang,9,Ulasan Produk,1,undang undang Undang,1,Up,244,Usaha,4,ventilasi pemanas dan pendingin udara,1,wanita,4,Wawasan,7,
ltr
item
Warta Tulungagung | Peh!!: Infeksi Cacing: Gejala, Penyebaran, dan Dampaknya
Infeksi Cacing: Gejala, Penyebaran, dan Dampaknya
https://img-s-msn-com.akamaized.net/tenant/amp/entityid/AA1KVV9D.jpg
Warta Tulungagung | Peh!!
https://www.wartatulungagung.my.id/2025/08/infeksi-cacing-gejala-penyebaran-dan.html
https://www.wartatulungagung.my.id/
https://www.wartatulungagung.my.id/
https://www.wartatulungagung.my.id/2025/08/infeksi-cacing-gejala-penyebaran-dan.html
true
3691223018077756665
UTF-8
Memuat Semua Artikel Artikel tidak ditemukan LIHAT SEMUA Selengkapnya Bales Batal Bales Hapus Oleh Beranda HALAMAN ARTIKEL Lihat Semua IKI LHO MUWENING KATEGORI ARSIP CARI SEMUA ARTIKEL Ga nemu artikel yang sesuai Kembali Minggu Senen Selasa Rebo Kemis Jemuah Setu Ming Sen Sel Reb Kem Jem Set Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Okt Nov Des jek tas 1 menitan $$1$$ menitan 1 jam-an $$1$$ jam-an Wingi $$1$$ dino kepungkur $$1$$ minggu kepungkur punjul ko 5 minggu Pengikut Ikuti PREMIUM KONTEN TERKUNCI LANGKAH 1: Bagikan. LANGKAH 2: Klik tatan yang dibagikan untuk membuka Salin Semua Kode Pilih Semua Kode Semua kode telah disalin Ga bisa salin kode / teks, tekan [CTRL]+[C] (atau CMD+C padah Mac) untuk salin