Khutbah Jumat: Bolehkah Mengqadha Shalat Orang yang Sudah Meninggal?

Khutbah Jumat: Bolehkah Mengqadha Shalat Orang yang Sudah Meninggal?

Pedoman Tangerang– Khutbah Jumat merupakan bagian dari rangkaian yang harus dilakukan saat melaksanakan sholat Jumat. Hal ini menjadi ciri khas yang membedakannya dari sholat fardhu lainnya.

Khutbah adalah salah satu bentuk penyampaian ajaran yang dilakukan oleh seorang khatib dalam ibadah shalat Jumat. Selain itu, khutbah bertujuan untuk memberikan pelajaran, nasihat, serta memandu umat Islam dalam menjalankan ajaran agama Islam.

Khotbah berfungsi sebagai sarana menyampaikan pesan-pesan keagamaan, mengingatkan umat akan kebaikan, memperbaiki pemahaman yang salah, serta mendorong umat dalam menjalankan perintah Allah SWT.

Pembacaan khutbah Jumat oleh Khatib terdiri dari dua bagian, yaitu khutbah pertama dan khutbah kedua yang diikuti dengan doa, dengan pemisahan berupa duduk.

Berikut teks khutbah Jumat, Apakah Diperbolehkan Membayar Kekurangan Shalat Orang yang Sudah Meninggal?

Khutbah Pertama

Segala puji bagi Allah dan segala puji bagi Allah, kemudian segala puji bagi Allah.

Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah, yang tunggal, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa tuan kami Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya yang tidak ada nabi sesudahnya.

Ya Allah, berikanlah shalawat dan salam kepada Nabi kami Muhammad bin Abdullah, serta kepada keluarganya dan sahabat-sahabatnya, dan siapa saja yang mengikuti mereka dengan kebaikan hingga hari kiamat. Sesudah itu, aku nasihatkan kalian dan diriku sendiri untuk bertakwa kepada Allah, yang berfirman dalam kitab-Nya yang mukjizat: "Dan bawalah bekal, sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa, dan bertakwalah kepada-Ku, hai orang-orang yang mempunyai akal." Dan Dia juga berfirman: "Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah ia persiapkan untuk esok hari, dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan."

Para jamaah Jumat yang tercinta dan diberkati oleh Allah

Alhamdulillah, marilah kita tanamkan dalam hati dan ucapkan dengan lisan, sebagai kata kunci pertama atas segala anugerah dan berkah yang diberikan oleh Allah SWT kepada kita semua, terutama nikmat iman dan kesehatan.

Sehingga kita dapat tetap konsisten dalam menjalankan ibadah wajib yang dilakukan sekali seminggu, yaitu shalat Jumat. Semoga ibadah yang kita lakukan diterima oleh-Nya.

Salawat dan keselamatan marilah kita sampaikan kepada teladan kita, Nabi Muhammad saw, allahumma shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala alihi wa sahbih, yang telah berhasil menjalankan visi dan misi dakwahnya dalam menyebarkan ajaran Islam yang penuh dengan kedamaian dan kasih sayang.

Berikut adalah beberapa variasi dari teks yang diberikan: 1. Selanjutnya, sebagai awal dalam menyampaikan khutbah Jumat di atas mimbar yang mulia ini, kami selaku khatib mengajak diri sendiri, keluarga, dan seluruh jamaah yang hadir dalam sholat Jumat ini untuk terus berupaya meningkatkan rasa takwa kepada Allah SWT dengan makna takwa yang sebenarnya, yaitu dengan menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. 2. Sebagai langkah awal dalam memulai khutbah Jumat di atas mimbar yang mulia ini, kami selaku khatib mengajak diri sendiri, keluarga, serta seluruh jamaah yang hadir dalam sholat Jumat ini untuk senantiasa berusaha meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT melalui pengamalan ajaran-Nya dengan menjalankan apa yang diperintahkan dan menghindari apa yang dilarang-Nya. 3. Di awal penyampaian khutbah Jumat di atas mimbar yang mulia ini, kami selaku khatib mengajak diri sendiri, keluarga, dan seluruh jamaah yang turut hadir dalam sholat Jumat ini untuk terus berupaya meningkatkan tingkat ketakwaan kepada Allah SWT dengan mematuhi semua perintah-Nya dan menjauhi larangan-LaNya. 4. Sebagai permulaan dalam menyampaikan khutbah Jumat di atas mimbar yang mulia ini, kami selaku khatib mengajak diri sendiri, keluarga, dan seluruh jamaah yang hadir dalam sholat Jumat ini untuk terus berusaha meningkatkan kesadaran akan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menghindari larangan-Nya. 5. Pada awal khutbah Jumat yang disampaikan di atas mimbar yang mulia ini, kami selaku khatib mengajak diri sendiri, keluarga, serta seluruh jamaah yang hadir dalam sholat Jumat ini untuk terus berupaya meningkatkan rasa takwa kepada Allah SWT dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya secara sungguh-sungguh.

Mari kita tingkatkan keyakinan, kita tingkatkan ketaqwaan, kita kokohkan aqidah, dan kita usahakan tetap konsisten dalam diri kita untuk melaksanakan ibadah kepada Allah swt, karena hanya dengan cara ini kita semua akan menjadi hamba yang selamat, baik di dunia maupun di akhirat. Allah swt berfirman dalam Al-Qur’an:

Dan persiapkanlah dirimu, sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Dan bertakwalah kepada-Ku, hai orang-orang yang berakal.

Maknanya, "Bawalah persiapan, karena sesungguhnya sebaik-baik persiapan adalah ketakwaan. Dan bertakwalah kepada-Ku, hai orang-orang yang berakal." (QS Al-Baqarah [2]: 197).

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah

Sebagai umat Islam, kita diwajibkan untuk melaksanakan seluruh perintah dan ketentuan syariat. Aturan ini bersifat wajib mulai dari usia baligh hingga ajal menjelang. Ketentuan yang mengikat ini berkaitan dengan berbagai hal dalam ibadah, seperti shalat, haji, zakat, dan lain sebagainya.

Bahkan jika kita tidak dapat melaksanakan aturan syariat tersebut sesuai waktu yang ditentukan, kita tetap memiliki kewajiban untuk mengqadha (mengganti) ibadah tersebut di luar waktunya. Mengenai hal ini, muncul pertanyaan apakah diperbolehkan mengqadha shalat bagi seseorang yang telah meninggal?

Kewajiban untuk mengqadha shalat merupakan aturan yang harus dipatuhi dan segera dilakukan apabila seseorang melewatkan shalat. Bahkan terdapat pendapat dari Imam Ibnu Hajar Al-Haitami yang menyatakan bahwa seseorang tidak boleh melakukan kegiatan sunnah jika shalat wajib yang ditinggalkannya belum diperbaiki.

Pendapat ini tercantum dalam buku Fathul Mu'in halaman 9 mengenai bab shalat:

Ulama kita Ahmad bin Hajar rahimahullah berkata: Yang tampak adalah bahwa ia wajib menghabiskan seluruh waktunya untuk menyelesaikan kewajiban, kecuali apa yang diperlukan untuk digunakan dalam hal-hal yang tidak bisa dihindari, dan ia dilarang melakukan amal sukarela.

Syekh Ibnu Hajar Al-Haitami mengatakan: jelas menjadi kewajiban bagi seseorang yang meninggalkan shalat untuk memanfaatkan seluruh waktunya untuk mengqadha shalat, kecuali waktu yang mendesak untuk aktivitas lain. Dan haram bagi seseorang yang belum mengqadha (shalat wajib) untuk melakukan hal-hal yang tidak wajib.

Pendapat Syekh Ibnu Hajar menyatakan bahwa mengqadha shalat wajib dilakukan selama masa hidup seseorang. Namun, bagaimana jika ada anggota keluarga yang memiliki kewajiban shalat qadha yang belum terlaksana selama hidupnya? Apakah kewajiban tersebut dapat digantikan oleh ahli warisnya?

Syekh Zainuddin bin Abdul Aziz Al-Malibari menjawab dalam buku Fathul Mu'in halaman 12:

Peringatan: Jika seseorang meninggal dan memiliki shalat wajib yang belum diperbaiki atau tidak diberikan kepadanya, dalam pendapat bahwa hal itu dilakukan untuknya – apakah ia mewasiatkan atau tidak, ini dikemukakan oleh Al-‘Abadi dari Syafi’i berdasarkan sebuah hadis, dan dilakukan oleh Al-Sabki terhadap beberapa kerabatnya.

“Sebuah peringatan: siapa saja yang meninggal dan memiliki kewajiban shalat, maka tidak perlu diqadha dan tidak perlu diganti dengan fidyah atas nama orang yang sudah meninggal. Dan menurut satu pendapat, diizinkan untuk diqadha, baik orang yang meninggal tersebut memberi wasiat atau tidak. Pendapat ini berasal dari riwayat Imam ‘Ubadiy dari Imam Syafi’i karena ada hadits yang menyebutkan hal tersebut. Dan Imam As-Subki melakukan qadha terhadap sebagian kerabatnya.”

Berdasarkan pendapat tersebut, shalat yang belum diqadha oleh mayit tidak perlu digantikan oleh orang lain. Namun, jika seseorang ingin menggantikannya, hal itu tidak dilarang, sebagaimana dilakukan oleh Imam As-Subki.

Sebagai seorang muslim yang menjalankan ajaran agamanya, hubungan kita tidak hanya terbatas pada sesama manusia, tetapi juga dengan Sang Pencipta. Oleh karena itu, marilah kita melunasi kewajiban kita (ibadah yang sempat ditinggalkan akibat uzur atau bukan) sejauh kemampuan dan kesanggupan kita. Tujuannya adalah semata-mata untuk meraih ridho dan pengampunan dari Sang Pemilik segala sesuatu. Wallahu a‘lam.

Berikut adalah beberapa variasi dari teks yang diberikan: 1. Demikianlah khutbah Jumat singkat ini. Semoga kita mampu menjadi hamba yang senantiasa taat kepada-Nya. Amin, ya Rabbal Alamin. 2. Inilah khutbah Jumat yang singkat. Semoga kita bisa menjadi hamba yang selalu patuh kepada Tuhan. Amin, ya Rabbal Alamin. 3. Khutbah Jumat ini hanya singkat. Semoga kita dijadikan sebagai hamba yang selalu taat. Amin, ya Rabbal Alamin. 4. Sebagai penutup khutbah Jumat ini. Semoga kita bisa menjadi hamba yang selalu menjalankan perintah-Nya. Amin, ya Rabbal Alamin. 5. Berakhirnya khutbah Jumat ini. Semoga kita menjadi hamba yang selalu taat. Amin, ya Rabbal Alamin.

Semoga Allah memberkati saya dan kalian dalam Al-Qur'an yang agung, dan memberi manfaat kepada saya serta kalian melalui ayat-ayatnya dan perkataan bijak yang terkandung di dalamnya. Saya menyampaikan perkataan ini dan memohon ampunan kepada Allah untuk saya, kalian, dan seluruh umat Muslim dari segala dosa, maka mohonlah ampunan kepada-Nya, sesungguhnya Dia adalah Yang Pemaaf lagi Pengasih.

 Khutbah Kedua

Alhamdulillah banyak sekali sebagaimana yang diperintahkan. Dan aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah, Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Kau memaksa orang yang menyangkal dan berlaku kafir. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya, pemimpin manusia dan makhluk lainnya. Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan keselamatan kepada Muhammad serta kepada keluarganya dan sahabat-sahabatnya selama mata melihat dan telinga mendengar.

Selanjutnya: hai manusia!! bertakwalah kepada Allah Yang Maha Tinggi. Tinggalkan perbuatan tercela yang tampak dan yang tersembunyi. Dan jaga ketaatan serta hadir dalam shalat Jumat dan shalat berjamaah.

Hadirin yang dirahmati Allah,

Ketaatan kepada Allah SWT hanya diberikan oleh-Nya kepada orang-orang yang beriman.

Ini menggambarkan bahwa sikap taqwa dapat kita capai dengan mudah jika kita memiliki keyakinan yang kuat terhadap Allah SWT.

Ketaatan kepada Allah SWT merupakan bagian dari akibat dari kepercayaan kita kepada-Nya. Keimanan yang tidak diikuti dengan perilaku takwa, yakni berupa ihsan, maka sesungguhnya keyakinan tersebut tidak sempurna.

Oleh karena itu, mari kita terus menjaga dan memperkuat iman kita, serta mewujudkannya melalui ketakwaan yang sebesar-besarnya sesuai dengan kemampuan yang kita miliki.

Akhirnya, marilah kita memohon kepada Allah SWT dengan penuh rasa hormat dan ketenangan hati, agar kita selalu mendapatkan pengampunan, petunjuk, dan bimbingan-Nya.

Alhamdulillah yang memiliki segala sesuatu di langit dan di bumi, dan segala puji bagi-Nya di akhirat. Dia adalah Yang Bijaksana lagi Maha Mengetahui. Ya Allah, berikanlah shalawat dan salam kepada Muhammad dan keluarganya Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberikan shalawat dan salam kepada Ibrahim dan keluarganya Ibrahim di seluruh alam. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.

Ya Allah, ampunilah umat Muslim dan Muslimah, serta orang-orang beriman laki-laki dan perempuan yang masih hidup dan yang telah meninggal, dengan rahmat-Mu, wahai Pemberi anugerah.

Ya Allah, jadikan pertemuan kami ini sebagai pertemuan yang diberkahi, dan jadikan perpisahan kami setelahnya sebagai perpisahan yang aman. Jangan biarkan di antara kami atau bersama kami ada yang sengsara atau terlantar.

Ya Allah, kami memohon kepada-Mu petunjuk, ketakwaan, kehormatan, dan kelimpahan.

Tuhan kami berikanlah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari siksa api neraka.

Hamba Allah, sesungguhnya Allah memerintahkan keadilan dan kebaikan, memberi kepada kerabat dekat, dan melarang perbuatan keji, kemungkaran, dan aniaya. Ia memberi nasihat kepada kalian agar kalian ingat. Maka ingatlah kepada Allah yang Maha Besar, Ia akan mengingat kalian, dan bersyukurlah kepada-Nya atas nikmat-Nya, niscaya Ia akan menambahkan nikmat kepada kalian. Dan berdzikir kepada Allah adalah lebih besar.

Berikut adalah teks khutbah Jumat tentang Membangun Keluarga yang Harmonis.***

KOMENTAR

spot 1 spot 2 spot 3

Share

Nama

Acara dan Festival,3,agama,18,aktivitas luar ruangan,1,aktor dan aktris,1,anak -anak dan keluarga,1,anak muda,1,anak-anak,1,Aquarius,1,Aries,3,arsitektur,4,Artis Visual,1,Asia,4,Astrolog,12,bepergian,3,berinvestasi,1,berita,48,Berita Keuangan,4,Berita lokal,6,Berkebun,2,biologi,1,Bioteknologi dan Biomedis,2,bisnis,22,budaya,18,Budaya Makanan,2,burger,1,dekorasi rumah,6,desain,3,Desain Arsitektur,3,Desain Dapur,1,Desain Interior,10,Desain Pencahayaan,1,Desain rumah,11,Desain Taman,1,DIY,2,DNA,1,drama,1,Ekonomi,212,Fashion & Gaya,2,fashion dan gaya,2,gaya hidup,6,Gemini,2,genetika dan keturunan,1,Gosip selebriti,2,Hiburan,14,Horoskop,24,hubungan,2,hubungan romantis,1,hujan,1,Hukum,5,Ide Dekorasi Rumah,5,iklan posting 1,4,Ilmu Makanan,1,iman dan agama,6,In N Out Burger,1,Indonesia,3,Industri hiburan,1,Industri musik,2,inflasi,1,insiden,1,Investasi Ekonomi,1,investasi pasif,1,investor,1,Islam,2,jasa keuangan,1,K Pop,1,kamar tidur,1,karakter dan kepribadian,1,karya seni,1,keadaan darurat,1,keamanan,1,Kebijakan Ekonomi,1,Kebijakan Publik,1,kecantikan,1,Kedokteran dan perawatan kesehatan,1,Kegiatan rekreasi dan rekreasi,1,kejahatan,2,kekayaan,8,Keluarga,15,kencan dan hubungan,1,kerohanian,12,Kesehatan,18,kesehatan dan olahraga,2,kesehatan masyarakat,3,kesehatan mental,1,Keuangan Pribadi,1,klub sepak bola,3,Kondisi dan penyakit medis,2,kontroversi,1,Korea,2,korupsi,1,kucing,1,Kultur,4,Laporan Polisi,1,latihan,1,lingkungan,1,Loker,3,lukisan,1,makan,1,makanan dan minuman,2,manfaat kesehatan,2,manufaktur,1,masa depan cryptocurrency,1,masakan,1,masyarakat,2,media berita,5,Media siaran,1,memasak,1,menginvestasikan berita bisnis,2,musik,1,Musik dan lirik,1,musik pop,1,musisi,1,Nasihat Kesehatan,1,nutrisi,2,Olahraga,9,operasi,1,orang Kristen,1,panas,1,Pasar Keuangan,2,pekerjaan dan karier,2,pelatihan,1,pemerintah,5,pendapatan pasif,1,pendidikan,2,penemuan,1,pengajaran,1,Pengetahuan,2,pengujian genetik,2,pentas seni,1,penyakit,2,penyiaran,1,Perancang busana,1,peraturan,1,perawatan kesehatan dan kedokteran,1,perbintangan,24,perdagangan,2,Peristiwa,208,Perjalanan,2,Perjalanan Petualangan,1,Petualangan,1,Pilihan,13,politik,13,Politik dan Hukum,4,politik dan pemerintahan,3,produk kecantikan dan kosmetik,1,Prospek,1,psikologi,2,Psikologi Kehidupan Sehari -hari,3,puasa,2,renovasi rumah,1,riset ilmiah,1,sains,2,Sejarah,2,Selebriti,2,Selebriti dan musik,2,seni,2,Seni Visual,1,sepak bola,7,sepeda motor,1,skandal,1,skema warna,3,Smartphone,1,tanaman,1,tanaman abadi,1,tanaman rumah,1,teater,1,teknologi,2,Teknologi Seluler,1,Telekomunikasi,1,Tiktok,1,tipe kepribadian,1,Tips Kecantikan,2,tips kehidupan sehari -hari dan peretasan,1,Tips Kesehatan,2,Tokoh,1,tradisi,1,tren teknologi,1,tujuan perjalanan,2,uang,9,Ulasan Produk,1,undang undang Undang,1,Up,244,Usaha,4,ventilasi pemanas dan pendingin udara,1,wanita,4,Wawasan,7,
ltr
item
Warta Tulungagung | Peh!!: Khutbah Jumat: Bolehkah Mengqadha Shalat Orang yang Sudah Meninggal?
Khutbah Jumat: Bolehkah Mengqadha Shalat Orang yang Sudah Meninggal?
https://sukoharjonews.com/wp-content/uploads/2024/02/lelaki-shalat-doa-masjid.jpg
Warta Tulungagung | Peh!!
https://www.wartatulungagung.my.id/2025/08/khutbah-jumat-bolehkah-mengqadha-shalat.html
https://www.wartatulungagung.my.id/
https://www.wartatulungagung.my.id/
https://www.wartatulungagung.my.id/2025/08/khutbah-jumat-bolehkah-mengqadha-shalat.html
true
3691223018077756665
UTF-8
Memuat Semua Artikel Artikel tidak ditemukan LIHAT SEMUA Selengkapnya Bales Batal Bales Hapus Oleh Beranda HALAMAN ARTIKEL Lihat Semua IKI LHO MUWENING KATEGORI ARSIP CARI SEMUA ARTIKEL Ga nemu artikel yang sesuai Kembali Minggu Senen Selasa Rebo Kemis Jemuah Setu Ming Sen Sel Reb Kem Jem Set Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Okt Nov Des jek tas 1 menitan $$1$$ menitan 1 jam-an $$1$$ jam-an Wingi $$1$$ dino kepungkur $$1$$ minggu kepungkur punjul ko 5 minggu Pengikut Ikuti PREMIUM KONTEN TERKUNCI LANGKAH 1: Bagikan. LANGKAH 2: Klik tatan yang dibagikan untuk membuka Salin Semua Kode Pilih Semua Kode Semua kode telah disalin Ga bisa salin kode / teks, tekan [CTRL]+[C] (atau CMD+C padah Mac) untuk salin